1 Rajab datang tanpa suara.
Tidak dengan perintah baru,
tidak pula dengan ritual yang harus dikejar.

Ia hanya menandai satu hal:
kita sedang memasuki waktu yang dimuliakan.

Rajab bukan tentang amalan yang diramaikan,
melainkan tentang sikap yang dirapikan.
Tentang jedaβ€”
sebelum langkah-langkah besar menuju Ramadhan dimulai.

Di bulan ini, Allah meminta kehati-hatian.
Bukan karena dunia berhenti,
tetapi karena hati diminta lebih sadar.
Lebih halus menimbang kata,
lebih lembut menahan marah,
lebih jujur melihat diri sendiri.

1 Rajab bukan panggung ibadah.
Ia adalah ambang.
Tempat kita berdiri sejenak dan bertanya:
ke mana arah hidup ini akan dibawa?

Jika hari ini hanya mampu memperlambat langkah,
menjaga niat,
dan berjanji untuk tidak menzalimiβ€”
itu sudah cukup sebagai penghormatan.

Karena tidak semua yang mulia harus dirayakan.
Sebagian cukup dijaga dengan tenang.