Meskipun kejahatan ini sangat jarang dibandingkan copet atau pencurian biasa. Namun tetap ada beberapa modus yang perlu diwaspadai, terutama di bandara atau transportasi internasional.


⚠️ Risiko Penyisipan Barang Terlarang

1. “Bagage Smuggling” (titipan orang asing)

Ini yang paling sering terjadi.

⚠️ Modus:

  • Orang asing meminta tolong membawa barangnya
  • Alasan umum: koper kelebihan bagasi, oleh-oleh, dokumen penting
  • Barang itu bisa berisi narkoba, uang ilegal, atau barang terlarang

❗ Karena koper dibawa oleh kita → secara hukum kita yang bertanggung jawab

✅ Antisipasi:

  • Jangan pernah membawa titipan orang yang tidak dikenal
  • Bahkan jika orangnya terlihat baik atau terdesak

Itulah sebabnya petugas imigrasi sering bertanya:

“Did you pack your bags yourself?”
“Has anyone given you anything to carry?”


2. Tas dibuka saat tidak diawasi

Sangat jarang, tapi mungkin terjadi jika:

  • Tas ditinggal lama di tempat umum
  • Tas tidak terkunci

⚠️ Risiko:

  • Orang bisa memasukkan barang ilegal
  • Atau mencuri barang

✅ Antisipasi:

  • Gunakan kunci koper
  • Jangan meninggalkan tas tanpa pengawasan

3. Penggunaan tas orang lain

Kadang terjadi dalam rombongan.

⚠️ Misalnya:

  • Koper dipinjamkan
  • Tas ditukar tanpa sadar

Ini bisa berbahaya jika ada barang ilegal di dalamnya.


Kenapa bandara sering menanyakan ini?

Karena kasus penyelundupan dengan “courier tidak sadar” memang pernah terjadi di berbagai negara.

Makanya ada pengumuman di bandara:

“Do not accept packages from strangers.”


Tips Aman yang Direkomendasikan Bandara Internasional

✔ Kemas koper sendiri
✔ Jangan menerima titipan dari orang lain
✔ Jangan meninggalkan tas tanpa pengawasan
✔ Gunakan kunci koper atau TSA lock
✔ Jika seseorang mencoba menitipkan barang → tolak dengan tegas


💡 Fakta penting:
Di Eropa, turis lebih sering jadi korban copet daripada penyelundupan. Jadi fokus utama tetap keamanan barang pribadi.