Tadabbur adalah merenungkan dengan hati dan akal untuk memahami makna yang lebih dalam dari ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga ayat itu memberi petunjuk, pengingat, dan pengaruh nyata dalam hidup kita.

Berbeda dengan tilawah (membaca) atau tafsir (penjelasan ilmiah), tadabbur itu lebih personal—penghayatan, perenungan, dan mengambil hikmah.


Arti Tadabbur (lebih lengkap & mudah dipahami)

1. Merenungkan dampak ayat bagi hidup

Misal membaca Al-Fatihah lalu merenung:

  • “Kenapa Allah memilih nama ini?”
  • “Apa maknanya buat masalah hidupku sekarang?”

2. Menggali makna di balik kata-kata Qur’an

Bukan sekadar membaca, tapi menghentikan diri sejenak untuk memahami pesan Allah.

3. Menghubungkan ayat dengan kondisi diri

Contoh:
Ar-Rahman → ketika butuh harapan
Ar-Rahim → ketika ingin kelembutan
Al-Malik → ketika perlu kontrol diri

4. Membiarkan ayat membimbing keputusan hidup

Tadabbur membuat ayat itu terasa hidup dan relevan.


Bukan tafsir, bukan ritual

  • Tafsir = ilmu, metode, riwayat, pendapat ulama.
  • Tadabbur = renungan hati pribadi yang menguatkan iman.
  • Tadabbur bukan ritual, jadi tidak termasuk amalan syariat.

Ringkasannya

Tadabbur = merenungkan ayat untuk mengambil hikmah dan petunjuk hidup.