Apa itu Shalat Al Istikharah?

Shalat istikharah itu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika kamu bingung memilih atau ingin minta petunjuk terbaik dari Allah tentang suatu urusan — pekerjaan, jodoh, keputusan bisnis, membeli rumah, memilih sekolah, dan sebagainya.

Tujuannya:
Bukan untuk “melihat mimpi khusus”, tapi untuk menenangkan hati, menyerahkan keputusan pada Allah, dan berharap ditunjukkan mana jalan yang paling baik.

“Shalat ini diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ dalam hadits sahih riwayat al-Bukhari (No. 1162) dari Jabir bin Abdillah.”


Kapan Sebaiknya Shalat Istikharah Dilakukan?

Shalat istikharah bebas waktunya, boleh kapan pun kecuali pada dua waktu terlarang:

Waktu yang Dilarang:

  1. Setelah Subuh sampai matahari terbit
  2. Setelah Ashar sampai matahari terbenam

Selain itu:

  • Boleh malam hari, sangat dianjurkan karena suasananya tenang.
  • Boleh juga siang hari, selama bukan jam terlarang.
  • Boleh sekali, atau berulang beberapa kali kalau hati masih ragu.

Tidak ada batasan harus “tujuh hari” atau “tiga kali”—itu tidak ada dasar dari Nabi.

Tata Cara Shalat Istikharah

  1. Niat di dalam hati
  2. Shalat 2 rakaat:
    • Rakaat 1: Al-Fatihah + surat apa saja
    • Rakaat 2: Al-Fatihah + surat apa saja
  3. Salam
  4. Baca doa istikharah yang diajarkan Nabi (https://berandaande.eu/doa-istikharah)
  5. Pada bagian “hadzal amra”, sebutkan hajat:
    • Boleh dalam hati
    • Boleh pelan dengan lisan
  6. Hajat harus jelas & spesifik

Niat Shalat Istikharah

Sebenarnya niat cukup di dalam hati, dan tidak perlu dilafalkan.
Yang paling afdhol adalah niat sesuai yang diajarkan ulama:

Niat dalam hati:

“Aku shalat sunnah istikharah karena Allah, untuk memohon petunjuk terkait urusan ini.”

Kalau ingin versi lafadz (tidak wajib) dan paling umum dipakai:

اُصَلِّي سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal istikhaarah rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Tapi ingat: yang sah adalah niat di hati, bukan ucapan.

Panduan Kapan Menyebut Hajatnya

Setelah salam dan sebelum memulai doa, ambil momen sejenak untuk fokus pada urusan yang ingin dipilih.

Lalu:

Di bagian ini (Arabnya):

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الأَمْرَ (sebutkan hajatmu)

Kita bisa:

  • Menyebutkannya dalam hati
    (misalnya: “membeli rumah ini”, “melanjutkan usaha ini”, “memilih pekerjaan ini”).
  • Atau menyebutkannya pelan dengan lisan.
    Keduanya dibolehkan oleh ulama karena tujuan utamanya jelas: fokus pada satu perkara.

Tips:

  • Sebutkan spesifik, bukan “semuanya”.
  • Jika ada beberapa pilihan, lakukan istikharah untuk satu pilihan dulu, bukan sekaligus.

Doa Istikharah Seharusnya Disertai “Nama Hajat” Secara Spesifik

Ini hal kecil tapi penting:

  • Tidak cukup membaca “hadzal amra” tanpa mengarah ke hajat tertentu
  • Harus ada fokus pada urusan yang dimaksud
  • Boleh dengan lisan atau di hati

Berikut tata cara Shalat Istikharah:


Makna Doa Istikharah (ringkas)

Kita meminta:

  • Jika sesuatu itu baik, maka mudahkan & berkahilah.
  • Jika itu buruk, maka jauhkan & beri penggantinya yang lebih baik.
  • Dan jadikan hati kita ridha dengan keputusan itu.

Setelah Istikharah, Apa yang Harus Dilakukan?

  • Lihat mana yang lebih menenangkan
  • Lihat mana yang lebih dimudahkan
  • Lalu ambil keputusan
  • Setelah itu tawakal

Jika belum ada rasa mantap:

  • ulangi istikharah
  • perbanyak istighfar & shalawat
  • musyawarahkan dengan orang yang tepat

Istikharah Tidak Menggantikan Usaha & Musyawarah

Nabi mengajarkan istikharah bersamaan dengan prinsip:

  • Tawakal
  • Musyawarah
  • Ikhtiar

Jadi bukan lari dari tanggung jawab memilih.

Bagaimana “Hasil” Istikharah Itu Muncul?

Bukan lewat tanda-tanda mistis. Biasanya berupa:

Arah yang Dipermudah

  • Salah satu opsi tiba-tiba terasa mudah
  • Urusan mengalir tanpa hambatan

Arah yang Diterhalang

  • Susah, ragu terus, atau terhenti
  • Ada hambatan yang jelas atau samar

Perasaan Hati

  • Muncul ketenangan ke satu pilihan
  • Atau hati tidak nyaman pada pilihan tertentu

Perubahan Keadaan

  • Situasi bergerak mendukung arah tertentu
  • Ada informasi baru yang menguatkan keputusan

Intinya: jawaban Allah = ketenangan + kemudahan.

Hasil istikharah tidak selalu “indah”, tetapi selalu baik.


Istikharah = Adab Hamba kepada Tuhannya

  • Istikharah adalah tanda kerendahan hati
  • Rasa percaya bahwa Allah lebih tahu
  • Latihan menyerahkan hasil
  • Bentuk kasih sayang Allah karena kita diberi akses minta petunjuk

Dari Mana Sumber Ilmunya?

Bersumber dari hadits sahih:

Hadits tentang Istikharah

Diriwayatkan oleh:

  • Imam al-Bukhari, No. 1162
  • Dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu

Hadits ini menjelaskan:

  • Cara shalat dua rakaat
  • Membaca doa istikharah
  • Menyebut hajat pada bagian “hadzal amra

Para ulama yang membahas hukum & penjelasannya:

  • Imam Nawawi (dalam Al-Adzkar)
  • Ibn Hajar (dalam Fathul Bari)
  • Ibnu Taimiyyah & Ibnul Qayyim tentang makna “petunjuk istikharah”

Catatan

Apa Itu “Hadzal Amra”?

Dalam doa istikharah ada kalimat ini:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ…

“Ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini …”

Nah, hadzal amra = urusan ini.

Di bagian inilah seseorang menyebut hajat/urusan yang sedang diminta petunjuknya.

Contoh:

  • “membeli rumah yang ini”
  • “melanjutkan kerja sama ini”
  • “menerima tawaran pekerjaan ini”
  • “memulai bisnis ini”

Boleh disebut:

  • dalam hati (lebih mudah)
  • pelan dengan lisan (juga dibolehkan)

Yang terpenting: spesifik, tidak kabur.