Anak Lelakiku
Sebelum semesta menyebut namamu
Cintaku kepadamu sudah hadir lebih dahulu
Sebelum napasmu mengisi rahim ibumu
Aku telah berdoa untuk setiap langkahmu
Usia satu setengah tahun suaramu lirih
“Maaf ya Ayah, karena aku sakit, Ayah jadi susah”
Dada ku pecah, dan mata ku basah
Air mata ku tak mampu menghapus rasa syukur kehalusan hati dari Allah untukmu
Aku berkali-kali marah saat kau bohong berulang kali
Bukan karena benci, tapi karena aku takut kehilanganmu
Apapun salahmu, apapun kepiluan yg kau berikan padaku
Tak pernah akan mengurangi cintaku sedetik pun untukmu
Engkau adalah anak laki-lakiku….
Aku ingin hidup lebih lama
Bukan untukku, tapi untuk menemanimu
Berenang dan kuat berjuang menembus badai dan ombak kehidupan
Hingga Allah ridhaimu sampai di pulau impian
Impian yang sangat sederhana
Anak lelakiku yang saleh
Siddiq, tabligh, amanah, fathanah
Santun dalam berdiri tegak
Tak pernah lelah berdiri lagi dan terus lurus berjalan dalam segala hantaman badai kehidupan
Sebelum kau ada, aku sudah mencintaimu
Setelah kau dewasa, cinta itu tak pernah pudar
Kemana pun engkau ‘kan pergi dan tinggi terbang
Ayah ingin tetap bersamamu ketika kita menghadap NYA saat telah berpulang….
Jakarta, Juni 2026
ARA
