Ombak datang menghantamnya, ia tetap di sana. Ombak surut meninggalkannya, ia pun tetap di sana.

Ia diinjak, digenggam, dibangun menjadi istana pasir, lalu diruntuhkan kembali. Anak-anak bermain di atasnya. Orang-orang berjalan melewatinya. Angin memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain.

Pasir tidak menolak.

Ia juga tidak mengejar.

Ia tidak tampak sibuk mempertahankan dirinya. Namun ia juga tidak pernah benar-benar hilang.

Ia akan kembali pada bentuknya semula.

Barangkali, karena memang begitulah adanya.

Tidak semua yang tampak tenang sedang menderita.

Tidak semua yang tampak diam sedang menyerah.

Dan tidak semua yang tampak lembut adalah lemah.

Mungkin ada kekuatan yang begitu halus, sehingga ia mampu melewati begitu banyak hal tanpa harus melukai apa pun di sekitarnya.

Seperti pasir pantai.

Kehalusannya tidak mengurangi keberadaannya; justru di sanalah letak kekuatannya.”


Puisi: Diam
Lagu: Diam

Leave a Reply