Beberapa tanda umum kekurangan magnesium (hypomagnesemia) yang sering muncul:
- Susah tidur atau insomnia, termasuk bangun tengah malam
- Kelelahan kronis atau lemah badan
- Kram otot, kedutan, atau tremor
- Cemas, stres berlebih, atau mood swing
- Sakit kepala/migrain
- Nafsu makan turun, mual, atau detak jantung nggak beraturan (kalau sudah parah)
Penyebabnya biasanya bukan cuma kurang makan makanan kaya magnesium, tapi sering dari:
- Diet rendah sayur hijau, kacang-kacangan, biji-bijian
- Masalah penyerapan (misalnya diare kronis, penyakit usus seperti celiac)
- Obat-obatan tertentu (diuretik, antibiotik, atau PPI untuk asam lambung)
- Stres tinggi (karena stres bikin tubuh buang magnesium lebih banyak)
- Diabetes atau alkohol berlebih
Tapi, ini cuma indikasi – tidak bisa self-diagnose 100%. Cara pasti tahu apakah kita defisiensi atau tidak adalah tes darah magnesium (serum magnesium). Normalnya sekitar 1.7-2.2 mg/dL. Kalau rendah, dokter bisa konfirmasi dan cari penyebabnya.
Makanan kaya magnesium (bayam, almond, pisang, dark chocolate, avocado) atau suplemen seperti magnesium glycinate yang lebih mudah diserap dan tidak bikin perut mules.
*Grok
